Selamat Datang | いらっしゃいませ| Welcome
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Tanda Tangan Petisi Online [Parlemen Muda]

| Senin, 28 Oktober 2013
.
Mohon doa, dukungan, tanda tangan dan disebarkan ya :D


Beberapa waktu ini, bagi yang memfollow ataupun berteman dengan saya di media-media sosial banyak yang bertanya-tanya tentang kampanye saya mengenai sebuah petisi. "Kenapa buat petisi?", "Harus diapain?", dan banyak lainnya. Untuk itu disini akan dijelaskan sebenarnya untuk apa petisi tersebut dan mengapa dibuat oleh saya.

Petisi dan Parlemen Muda
Nah, seperti yang anda sering dengar bahwa petisi adalah sebuah surat ataupun pernyataan-pernyataan tentang hal yang tidak sesuai terhadap kebijakan pemerintah serta juga kehidupan masyarakat berbangsa-bernegara. Biasanya dibuat dalam bentuk kritikan maupun saran. Benarkah?

Petisi yang saya buat menjadi salah satu bagian seleksi tahap kedua dalam Parlemen Muda Indonesia 2014 yang saya ikuti sebagai perwakilan Provinsi Riau. Mirip seperti pemilihan umum, petisi ini menjadi ajang kampanye bagi saya dan para peserta lainnya yang ikut dalam seleksi tersebut. Oleh karena itu, saya membutuhkan tanda tangan anda di petisi tersebut.

Cara untuk menandatangani (Sign):
  1. Buka link ini: Generasi Penerus Bangsa: Jadikan Pemuda Indonesia lebih peduli dalam politik! (klik aja tulisannya akan langsung menuju petisi onlinenya)
  2. Melalui website standar: Lihat disisi kanan, isi data diri (nama, alamat, email, kota, kodepos (postal code), negara, atau juga komentar (tidak wajib diisi)) 
  3. Melalui mobile website: Klik tanda tangan (sign), isi data diri, dan klik kembali tanda tangan (sign) - Apabila error, harap direfresh atau klik kembali tanda tangan (sign). Karena dibeberapa mobile phone formulir pengisian data tidak lengkap (kota tidak muncul).
  4. Setelah selesai, anda telah menyumbangkan tanda tangan anda terhadap petisi saya.
  5. Mohon disebarkan ke siapapun yang anda inginkan.
  6. Terima kasih :D
Parlemen Muda Indonesia adalah salah satu program tentang mengembangkan para pemuda yang ada di Indonesia untuk lebih peduli pada sekitarnya, terutama dalam kegiatan politik. Dengan keadaan para pemuda Indonesia yang saat ini bisa dibilang kurang begitu peduli dalam politik, hal ini menjadi angin segar dalam perkembangan pemuda.

Pemuda dapat menyuarakan aspirasinya dengan berbagai cara yang baik dan sesuai aturan. Dengan mengenal politik yang baik dan benar, pemuda dapat membangun bangsa dan negara ini kearah yang lebih baik. Kita harapkan bersama bahwa pemuda adalah generasi penerus semangat dan kebaikan bangsa! #IndonesiaBisa

Mohon dukungan dan tandatangannya ya :D

Tanda Tangan Petisi Online [Parlemen Muda]

Posted by : Arwi on :Senin, 28 Oktober 2013 With 0comments

PONXVIII - Opening Ceremony

| Rabu, 12 September 2012
.
PONXVIII telah dimulai sejak 9 September lalu, namun Opening Ceremonynya baru dilakukan pada 11 September 2012.

Pesta rakyat yang bertemakan olahraga akhirnya digelar di Provinsi Riau!!. Dengan selamat sentosa akhirnya pembukaan telah dilaksanakan semalam (11-9-12). Salah satu keinginan saya untuk dapat mengabadikan momen-momen tersebut terlaksanakan. Melalui handycam akhirnya dapat terlaksanakan. Walaupun hasilnya tidak begitu bagus, maklum cuman bermodalkan handycam standar, namun yah cukup untuk bisa memuaskan dahaga untuk mengabadikannya.

Hasil jepretan serta rekaman saya ini berasal dari tempat duduk saya undangan VIP Kuning Timur. Jadi yah sudutnya cuman dari point of view saya pribadi. Mohon maaf rekaman tidak bisa diperlihatkan karena beberapa hal, kalau berkemungkinan ntar ditampilkan.


Untuk memasuki Riau Main Stadium, kita memerlukan undangan ataupun tiket yang dapat dibeli. Dalam hal ini, saya menggunakan undangan. Sebenarnya bukan undangan untuk saya pribadi, hanya mewakili kakek saya yang tak bisa hadir pada malam pembukaan.

Opening Ceremony ini dimulai sekitar pukul 18.00 WIB dan diakhiri pada pukul 23.00 WIB. Pembukaan dan penutupan dari Opening Ceremony ini dihiasi oleh tata cahaya dan kembang api. Ini sangat bagus untuk disaksikan.
Yak, ini dia beberapa yang ada..!!


Selesai acara ini para undangan mendapatkan souvenir-souvenir yang lumayan bagus. Yang mengejutkan, kita mendapatkan LIGHTSTICK!!. Seperti kita sedang menyaksikan penampilan dari 48 Fams (ngakak).
Yak, inilah dia Pembukaan PONXVIII di RIAU yang berlangsung 5 jam. Ketika baru pulang kerumah saya baru menyadari bahwa Pembukaan ini hanya ditayangkan 2 jam. Memang PONXVIII RIAU ini dipenuhi dengan kontroversi sejak sebelum dimulai dengan banyaknya masalah. Tapi kita sebagai masyarakat harus terus mendukung dan menyukseskan PONXVIII ini.

SELAMAT DATANG SANG JUARA


PONXVIII - Opening Ceremony

Posted by : Arwi on :Rabu, 12 September 2012 With 0comments
Tag : , ,

Sejarah Pekan Olahraga Nasional (PON)

| Selasa, 11 September 2012
.
Yak, karena kali ini di kota kelahiran saya Pekanbaru sedang ada penyelenggaraan PON XVIII. Marilah kita dukung dan sukseskan.


Yak, mungkin bagi kita tidak asing lagi dengan apa yang disebut PON ini. PON adalah suatu event nasional yang diadakan untuk mengembangkan dan meningkatkan bakat-bakat dari seluruh kawasan yang ada di Indonesia, tanpa terkecuali. Event ini diadakan 4 tahun sekali, diikuti oleh seluruh provinsi-provinsi di Indonesia dan kota penyelenggaraannya akan dilakukan pemilihan oleh KONI.

Sebelum kita melihat/menonton secara langsung Opening Ceremony atau PON itu sendiri, ada baiknya kita mengulas kembali bagaimana PON itu bisa diadakan. Ini dia...!!


Sejarah lahirnya PON (Pekan Olahraga Nasional).


Event olahraga ini lahir tidak serta merta dengan mudah lahirnya. Banyak keterkaitandengan berdirinya PSSI maupun organisasi keolahragaan yang lainnya. Pada 19 April 1930 di Yogyakarta berdirilah organisasi pertama keolahragaan yang bernama PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) yang pada saat itu diketuai oleh Ir. Soeratin Sosrogundo (saat ini namanya diabadikan sebagai ajang untuk para junior di persepakbolaan Indonesia).

Berdirinya PSSI tentu membawa angin segar bagi dunia keolahragaan Indonesia, karena dengan ini membuktikan keinginan Indonesia untuk mengatur kegiatan organisasinya sendiri. Karena berkembang pesatnya PSSI, pihak Belanda melalui NIVU (Nederlandsch-Indische Voetbal Unie) menawarkan kerja sama dengan PSSI. 

Jejak keberhasilan PSSI diikuti pula oleh organisasi-organisasi keolahragaan yang mulai berdiri karena melihat hasil tersebut. PELTI (Persatuan Lawan Tennis Indonesia) pun berdiri pada tahun 1935 di Semarang. Lalu pada tahun 1938 untuk mengkoordinir seluruh organisasi keolahragaan yang ada, didirikanlah ISI (Ikatan Sport Indonesia). ISI dulu pernah mengadakan hal yang bisa dikatakan mirip dengan PON ini namun dengan nama dan konsep yang berbeda yaitu ISI-Sportweek/Pekan Olahraga ISI.

Namun, dengan masuknya Jepang ke Indonesia pada bulan Maret 1942, ISI mengalami kesulitan dan rintangan dalam menjalankan fungsinya sehingga tidak bisa beraktifitas sebagaimana semestinya. Pada zaman pendudukan Jepang, gerakan keolahragaan di Indonesia ditangani oleh suatu badan yang bernama GELORA (Gerakan Latihan Olahraga). Tidak banyak peristiwa olahraga penting yang tercatat pada zaman pendudukan Jepang selama tahun 1942-1945, karena peperangan terus berlangsung dan kedudukan Tentara Jepang di Asia juga semakin terdesak.

Dengan runtuhnya kekuasaan Jepang pada bulan Agustus 1945, maka diadakanlah kongres olahraga yang pertama pada masa kemerdekaan di bulan Januari 1946 yang bertempat di Habiprojo, Solo. Berhubung dengan suasana darurat pada masa itu, kongres ini hanya dapat dihadiri oleh tokoh-tokoh olahraga dari pulau Jawa.
Kongres tersebut akhirnya berhasil membentuk suatu badan olahraga yang bernama Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) dengan susunan pengurus sebagai berikut:
  • Ketua Umum: Mr. Widodo Sastrodiningrat
  • Wakil Ketua Umum: Dr. Marto Husodo Sumali Prawirosoedirdjo
  • Sekretaris I: Sutardi Hardjolukito
  • Sekretaris II: Sumono
  • Bendahara I: Siswosoedarmo
  • Bendahara II: Maladi
  • Anggota: Ny. Dr. E. Rusli Joemarsono
  • Ketua Bagian Sepak Bola: Maladi
  • Ketua Bagian Basket Ball: Tony Wen
  • Ketua Bagian Atletik: Soemali Prawirosoedirdjo
  • Ketua Bagian Bola Keranjang: Mr. Roesli
  • Ketua Bagian Panahan: S.P. Paku Alam
  • Ketua Bagian Tennis: P. Sorjo Hamidjojo
  • Ketua Bagian Bulutangkis: Sudjirin Tritjondrokoesoemo
  • Ketua Bagian Pencak Silat: Mr. Wongsonegoro
  • Ketua Bagian Gerak Jalan: Djuwadi
  • Ketua Bagian Renang: Soejadi
  • Ketua Bagian Anggar/Menembak: Tjokroatmodjo
  • Ketua Bagian Hockey: G.P.H. Bintoro
  • Ketua Bagian Publikasi: Moh. Soepardi
Pada mulanya dalam kongres ini diajukan dua nama yang akan diberikan kepada Badan Olahraga yang bakal dibentuk yaitu ISI atau GELORA. Kedua nama tersebut akhirnya tidak terpilih dan sebagai kesimpulan rapat kongres tersebut diresmikanlah berdirinya organisasi PORI dengan pengakuan pemerintah RI sebagai satu-satunya badan resmi Persatuan Olahraga yang mengurus semua kegiatan olahraga di Indonesia yang menggantikan fungsi ISI.

Sesuai dengan fungsinya, PORI juga bertindak sebagai koordinator semua cabang olahraga di Indonesia dan khusus mengurus kegiatan-kegiatan olahraga dalam negeri. Dalam hubungan tugas keluar berkaitan seperti Olimpiade dengan Internasional Olympic Commitee (IOC), Presiden Republik Indonesia telah melantik Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI) yang diketuai oleh Sultan Hamengkubuwono IX dan berkedudukan di Yogyakarta.

Setelah dibentuk pada tahun 1946, Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) yang dibantu oleh Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI) - keduanya telah dilebur dan saat ini menjadi KONI - mempersiapkan para atlet Indonesia untuk mengikuti Olimpiade Musim Panas XIV di London pada tahun 1948. Usaha Indonesia untuk mengikuti olimpiade pada saat itu menemui banyak kesulitan. PORI sebagai badan olahraga resmi di Indonesia pada saat itu belum diakui dan menjadi anggota Internasional Olympic Committee (IOC), sehingga para atlet yang akan dikirim tidak dapat diterima dan berpartisipasi dalam peristiwa olahraga sedunia tersebut.


Pengakuan dunia atas kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia yang belum diperoleh pada waktu itu menjadi penghalang besar dalam usaha menuju London. Paspor Indonesia pada saat itu tidak diakui oleh Pemerintah Inggris, sedangkan kenyataan bahwa atlet-atlet Indonesia hanya bisa berpartisipasi di London dengan memakai paspor Belanda tidak dapat diterima. Alasannya karena delegasi Indonesia hanya mau hadir di London dengan membawa nama Indonesia. Alasan yang disebut terakhir ini menyebabkan rencana kepergian beberapa anggota pengurus besar PORI ke London menjadi batal dan menjadi topik pembahasan pada konferensi darurat PORI pada tanggal 1 Mei 1948 di Solo.

Mengingat dan memperhatikan pengiriman para atlet dan beberapa anggota pengurus besar PORI ke London sebagai peninjau tidak membawa hasil seperti yang diharapkan semula, konferensi sepakat untuk mengadakan Pekan Olahraga yang direncanakan berlangsung pada bulan Agustus atau September 1948 di Solo. Pada saat itu PORI ingin menghidupkan kembali pekan olahraga yang pernah diadakan ISI pada tahun 1938

Dilihat dari penyediaan sarana olahraga, pada saat itu Solo telah memenuhi semua persyaratan pokok dengan adanya stadion Sriwedari yang dilengkapi dengan kolam renang. Pada saat itu Stadion Sriwedari termasuk kota dengan fasilitas olahraga yang terbaik di Indonesia. Selain itu seluruh pengurus besar PORI berkedudukan di Solo sehingga hal inilah yang menjadi bahan-bahan pertimbangan bagi konferensi untuk menetapkan Kota Solo sebagai kota penyelenggara Pekan Olahraga Nasional pertama (PON I) pada tanggal 8 sampai dengan 12 September 1948.


Lahirnya event ini awalnya adalah bentuk dari pembuktian bahwa Bangsa Indonesia masih sanggup dan ingin menunjukkan kepada dunia luar, walau kami dijajah dan wilayah negara dipersempit kita masih sanggup bersatu padu dibawah bendera Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

PONXVIII - Opening Ceremony - Pekanbaru, Riau


Marilah kita sukseskan dan dukung PON XVIII di RIAU, Bumi Melayu Bumi Lancang Kuning.



(sumber: Wikipedia, saya sendiri, website olahraga dan banyak lagi :D)

Sejarah Pekan Olahraga Nasional (PON)

Posted by : Arwi on :Selasa, 11 September 2012 With 1 comments:

Pekanbaru Kota Bertuah

| Sabtu, 23 Juni 2012
.


Selamat Hari Jadi yang ke-228 Pekanbaru


untuk memperingatinya, saya akan membuat artikel tentang kota ini. Kota dimana saya lahir, sekolah dasar sampai tingkat menengah atas. Kota kebanggaan masyarakat di Provinsi Riau. Banyak hal yang tidak diketahui orang luar tentang Pekanbaru, nah akan dijelaskan disini.


Pekanbaru adalah ibukota dan kota terbesar di Provinsi Riau. Awalnya ibukota Provinsi Riau bukanlah di Pekanbaru, namun Tanjung Pinang. Kota ini pusat pemerintahan dan juga perdagangan dari Provinsi Riau. Kota ini terletak ditengah-tengah Provinsi Riau, jadi mudah untuk di akses melalui darat, air (sungai), dan udara. Kota ini dibelah oleh sungai yang membentang ditengah-tengahnya yakni Sungai Siak.

Kota ini mempunyai banyak etnik maupun suku yang berkumpul dari berbagai daerah disekitarnya, bahkan dari Provinsi lain. Karena cukup majunya Pekanbaru dalam usaha perdagangan serta jasa. Orang hanya tau bahwa kota ini terkenal hanya akan kaya minyaknya saja, bahkan ada kata-kata seperti ini "Pekanbaru Kota Minyak atas dan bawahnya". Karena Pekanbaru merupakan salah satu penghasil SDA minyak yang ada dibawah tanahnya serta mempunyai kebun kelapa sawit yang terhampir diatasnya.


Pekanbaru mempunyai julukan sebagai "Kota Bertuah" (Bersih, Tertib, Usaha Bersama, Aman dan Harmonis". Dan juga mempunyai slogan "Kotamu, Kotaku, Kota kita Bertuah". Selain itu kota ini terkenal dengan sebutan "Kota Sejuto Ruko (Rumah Toko)". Saat ini, Pekanbaru dipimpin oleh Bapak Walikota Firdaus ST,MT beserta Bapak Wakil Walikota Ayat Cahyadi, S.si. 


Sejarahnya

Menurut sejarah, awalnya kota ini hanya berupa dusun kecil yang dikenal dengan sebutan Dusun Senapelan, yang dikepalai oleh seorang Batin (kepala dusun). Dalam perkembangannya, Dusun Senapelan berpindah ke tempat pemukiman baru yang kemudian disebut Dusun Payung Sekaki, yang terletak di tepi Muara Sungai Siak. 

Perkembangan Dusun Senapelan ini erat kaitannya dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Pada masa itu, raja Siak Sri Indrapura yang keempat, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah, bergelar Tengku Alam , menetap di Senapelan, yang kemudian membangun istananya di Kampung Bukit berdekatan dengan Dusun Senapelan (di sekitar Mesjid Raya Pekanbaru sekarang, dekat Kimteng). 


Tidak berapa lama menetap di sana, Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah kemudian membangun sebuah pekan (pasar) di Senapelan, tetapi pekan itu tidak berkembang. Usaha yang telah dirintisnya tersebut kemudian dilanjutkan oleh putranya, Raja Muda Muhammad Ali (Marhum Pekan) di tempat baru yaitu di sekitar pelabuhan sekarang.



Selanjutnya, pada hari Selasa tanggal 21 Rajab 1204 H atau tanggal 23 Juni 1784 M., berdasarkan musyawarah datuk-datuk empat suku (Pesisir, Lima Puluh, Tanah Datar dan Kampar), negeri Senapelan diganti namanya menjadi Pekan Baharu. Sejak saat itu, setiap tanggal 23 Juni ditetapkan sebagai hari jadi Kota Pekanbaru. 


Mulai saat itu pula, sebutan Senapelan sudah ditinggalkan dan mulai populer dengan sebutan Pekan Baharu. Sejalan dengan perkembangannya, kini Pekan Baharu lebih populer disebut dengan sebutan Kota Pekanbaru, dan oleh pemerintah daerah ditetapkan sebagai ibukota Provinsi Riau. (sumber : website pemerintahan Pekanbaru dan Prof. Suwardi M.S)


Budaya


Bahasa yang dipakai sehari-hari di Kota ini mayoritasnya Bahasa Indonesia serta Bahasa Melayu. Namun, karena banyaknya pendatang didaerah ini bahasa-bahasa lain seperti Bahasa Minang, Jawa, dll juga sering terdengar disini. 

Pekanbaru masih terkenal kuat akan budayanya. Namun, perlahanan-perlahan karena banyaknya pengaruh dari luar serta semakin modernnya zaman, budaya ini semakin hilang dan luntur. Oleh karena itu, untuk melestarikannya didirikanlah Lembaga Adat Melayu Riau oleh para tetua di daerah Riau maupun Pekanbaru.


Kuliner

Masuk ke bidang favorit saya, yak kuliner. Pekanbaru terkenal dengan apa? Asam Pedas Patin? Ikan Selais? atau Gulai Jengkol? atau yang serba Jengkol dan Petai?(wahahahaha :D). Semuanya benar. Kuliner disini tidak hanya kuliner khas Pekanbaru saja, ada juga dari Taluk Kuantan, Bagan Siapi-api, Dumai, dan kota-kota lain. Dan semuanya memang enak untuk dicicipi.

Asam pedas patin itu salah satu makanan khas melayu yang enak dan juga sedap untuk dicicipi. Selain itu, ada juga ikan Selais yang bisa disajikan dalam bentuk gulai ataupun digoreng (kalau saya lebih suka digulai lebih mantap :D). Ikan ini khas dan produk asli di daratan Riau. Ada yang lain dan lebih spesial untuk itu semua, yaitu JENGKOL. 

Taukan yang satu ini? Yang mempunyai aroma yang cukup menarik perhatian (ahahhaha) Cuman olahan Jengkol di Pekanbaru berbeda dengan didaerah-daerah lain (Sumatera Barat, Jawa, dan lain-lain). Saya jujur saja, sudah mencoba hampir semua olahan jengkol dari berbagai daerah (ini jujur dan fakta :D). Yang paling enak memang dari Pekanbaru (buatan orang tua saya, mantap!!!). Biasanya kalau orang tua saya masak yang satu ini, kalau gulai ditemani dengan daun pucuk ubi. Kalau yang goreng ditemani dengan ikan teri (ngiler :) ). Satu lagi, olahan JENGKOL di Pekanbaru tidak berbau !!! Bisa anda pastikan sendiri kalau datang kesini (atau kerumah saya :D)

Kalau buah yang satu ini dibawa ke luar negri atau ke airport sudah dipastikan akan disuruh buang. Karena baunya yang menyengat dan mengganggu bagi orang lain (Tapi itukan pendapat orang luar negri kalau kita sih enak-enak aja :D). Yak buah durian. Banyak ditemukan di Pekanbaru, buah ini biasanya dibawa dari daerah-daerah lain seperti Kampar atau ga Sumatera Barat. Kalau belum makan Durian belum ke Pekanbaru.

Objek Wisata
Yak, mungkin Pekanbaru agak kekurangan dengan yang satu ini (Jujur memang kurang kok, jangan marah). Tapi cukuplah untuk menikmati waktu akhir libur ada beberapa tempat di Pekanbaru ini. Sebenarnya tempat wisata di Pekanbaru cukup banyak dan bagus-bagus. Namun, objek-objek itu kurang perhatian di Kota ini yang seharusnya semakin ditingkatkan dan DIJAGA.
  • Danau Buatan
  • Lembaga Adat
  • Taman Kaca Mayang
  • Taman Alam Mayang
  • Masjid Agung An-nur
  • Pustaka Wilayah
  • Taman Kota
  • MTQ Pekanbaru
  • Jembatan Siak
  • Stadion Utama PON RIAU
  • Komplek Olahraga Stadion Rumbai

Nah, beginilah Kota Pekanbaru. Kalau datang kesini harus siap-siap dengan kostum yang agak dingin, karena kota ini mempunyai cuaca yang panas dan mataharinya sangat terik.
Datang ya ke Pekanbaru, "Kotamu, Kotaku, Kota kita Bertuah". Kalau bisa anda datangnya jangan hanya pada saat PON RIAU XVIII 2012 tapi datanglah kapan saja. Biar anda tahu juga apa itu sebenarnya Pekanbaru dan bagaimana keadaanya :D.

Pekanbaru Kota Bertuah

Posted by : Arwi on :Sabtu, 23 Juni 2012 With 4comments
Prev
▲Top▲