Selamat Datang | いらっしゃいませ| Welcome

Pekanbaru Kota Bertuah

| Sabtu, 23 Juni 2012


Selamat Hari Jadi yang ke-228 Pekanbaru


untuk memperingatinya, saya akan membuat artikel tentang kota ini. Kota dimana saya lahir, sekolah dasar sampai tingkat menengah atas. Kota kebanggaan masyarakat di Provinsi Riau. Banyak hal yang tidak diketahui orang luar tentang Pekanbaru, nah akan dijelaskan disini.


Pekanbaru adalah ibukota dan kota terbesar di Provinsi Riau. Awalnya ibukota Provinsi Riau bukanlah di Pekanbaru, namun Tanjung Pinang. Kota ini pusat pemerintahan dan juga perdagangan dari Provinsi Riau. Kota ini terletak ditengah-tengah Provinsi Riau, jadi mudah untuk di akses melalui darat, air (sungai), dan udara. Kota ini dibelah oleh sungai yang membentang ditengah-tengahnya yakni Sungai Siak.

Kota ini mempunyai banyak etnik maupun suku yang berkumpul dari berbagai daerah disekitarnya, bahkan dari Provinsi lain. Karena cukup majunya Pekanbaru dalam usaha perdagangan serta jasa. Orang hanya tau bahwa kota ini terkenal hanya akan kaya minyaknya saja, bahkan ada kata-kata seperti ini "Pekanbaru Kota Minyak atas dan bawahnya". Karena Pekanbaru merupakan salah satu penghasil SDA minyak yang ada dibawah tanahnya serta mempunyai kebun kelapa sawit yang terhampir diatasnya.


Pekanbaru mempunyai julukan sebagai "Kota Bertuah" (Bersih, Tertib, Usaha Bersama, Aman dan Harmonis". Dan juga mempunyai slogan "Kotamu, Kotaku, Kota kita Bertuah". Selain itu kota ini terkenal dengan sebutan "Kota Sejuto Ruko (Rumah Toko)". Saat ini, Pekanbaru dipimpin oleh Bapak Walikota Firdaus ST,MT beserta Bapak Wakil Walikota Ayat Cahyadi, S.si. 


Sejarahnya

Menurut sejarah, awalnya kota ini hanya berupa dusun kecil yang dikenal dengan sebutan Dusun Senapelan, yang dikepalai oleh seorang Batin (kepala dusun). Dalam perkembangannya, Dusun Senapelan berpindah ke tempat pemukiman baru yang kemudian disebut Dusun Payung Sekaki, yang terletak di tepi Muara Sungai Siak. 

Perkembangan Dusun Senapelan ini erat kaitannya dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Pada masa itu, raja Siak Sri Indrapura yang keempat, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah, bergelar Tengku Alam , menetap di Senapelan, yang kemudian membangun istananya di Kampung Bukit berdekatan dengan Dusun Senapelan (di sekitar Mesjid Raya Pekanbaru sekarang, dekat Kimteng). 


Tidak berapa lama menetap di sana, Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah kemudian membangun sebuah pekan (pasar) di Senapelan, tetapi pekan itu tidak berkembang. Usaha yang telah dirintisnya tersebut kemudian dilanjutkan oleh putranya, Raja Muda Muhammad Ali (Marhum Pekan) di tempat baru yaitu di sekitar pelabuhan sekarang.



Selanjutnya, pada hari Selasa tanggal 21 Rajab 1204 H atau tanggal 23 Juni 1784 M., berdasarkan musyawarah datuk-datuk empat suku (Pesisir, Lima Puluh, Tanah Datar dan Kampar), negeri Senapelan diganti namanya menjadi Pekan Baharu. Sejak saat itu, setiap tanggal 23 Juni ditetapkan sebagai hari jadi Kota Pekanbaru. 


Mulai saat itu pula, sebutan Senapelan sudah ditinggalkan dan mulai populer dengan sebutan Pekan Baharu. Sejalan dengan perkembangannya, kini Pekan Baharu lebih populer disebut dengan sebutan Kota Pekanbaru, dan oleh pemerintah daerah ditetapkan sebagai ibukota Provinsi Riau. (sumber : website pemerintahan Pekanbaru dan Prof. Suwardi M.S)


Budaya


Bahasa yang dipakai sehari-hari di Kota ini mayoritasnya Bahasa Indonesia serta Bahasa Melayu. Namun, karena banyaknya pendatang didaerah ini bahasa-bahasa lain seperti Bahasa Minang, Jawa, dll juga sering terdengar disini. 

Pekanbaru masih terkenal kuat akan budayanya. Namun, perlahanan-perlahan karena banyaknya pengaruh dari luar serta semakin modernnya zaman, budaya ini semakin hilang dan luntur. Oleh karena itu, untuk melestarikannya didirikanlah Lembaga Adat Melayu Riau oleh para tetua di daerah Riau maupun Pekanbaru.


Kuliner

Masuk ke bidang favorit saya, yak kuliner. Pekanbaru terkenal dengan apa? Asam Pedas Patin? Ikan Selais? atau Gulai Jengkol? atau yang serba Jengkol dan Petai?(wahahahaha :D). Semuanya benar. Kuliner disini tidak hanya kuliner khas Pekanbaru saja, ada juga dari Taluk Kuantan, Bagan Siapi-api, Dumai, dan kota-kota lain. Dan semuanya memang enak untuk dicicipi.

Asam pedas patin itu salah satu makanan khas melayu yang enak dan juga sedap untuk dicicipi. Selain itu, ada juga ikan Selais yang bisa disajikan dalam bentuk gulai ataupun digoreng (kalau saya lebih suka digulai lebih mantap :D). Ikan ini khas dan produk asli di daratan Riau. Ada yang lain dan lebih spesial untuk itu semua, yaitu JENGKOL. 

Taukan yang satu ini? Yang mempunyai aroma yang cukup menarik perhatian (ahahhaha) Cuman olahan Jengkol di Pekanbaru berbeda dengan didaerah-daerah lain (Sumatera Barat, Jawa, dan lain-lain). Saya jujur saja, sudah mencoba hampir semua olahan jengkol dari berbagai daerah (ini jujur dan fakta :D). Yang paling enak memang dari Pekanbaru (buatan orang tua saya, mantap!!!). Biasanya kalau orang tua saya masak yang satu ini, kalau gulai ditemani dengan daun pucuk ubi. Kalau yang goreng ditemani dengan ikan teri (ngiler :) ). Satu lagi, olahan JENGKOL di Pekanbaru tidak berbau !!! Bisa anda pastikan sendiri kalau datang kesini (atau kerumah saya :D)

Kalau buah yang satu ini dibawa ke luar negri atau ke airport sudah dipastikan akan disuruh buang. Karena baunya yang menyengat dan mengganggu bagi orang lain (Tapi itukan pendapat orang luar negri kalau kita sih enak-enak aja :D). Yak buah durian. Banyak ditemukan di Pekanbaru, buah ini biasanya dibawa dari daerah-daerah lain seperti Kampar atau ga Sumatera Barat. Kalau belum makan Durian belum ke Pekanbaru.

Objek Wisata
Yak, mungkin Pekanbaru agak kekurangan dengan yang satu ini (Jujur memang kurang kok, jangan marah). Tapi cukuplah untuk menikmati waktu akhir libur ada beberapa tempat di Pekanbaru ini. Sebenarnya tempat wisata di Pekanbaru cukup banyak dan bagus-bagus. Namun, objek-objek itu kurang perhatian di Kota ini yang seharusnya semakin ditingkatkan dan DIJAGA.
  • Danau Buatan
  • Lembaga Adat
  • Taman Kaca Mayang
  • Taman Alam Mayang
  • Masjid Agung An-nur
  • Pustaka Wilayah
  • Taman Kota
  • MTQ Pekanbaru
  • Jembatan Siak
  • Stadion Utama PON RIAU
  • Komplek Olahraga Stadion Rumbai

Nah, beginilah Kota Pekanbaru. Kalau datang kesini harus siap-siap dengan kostum yang agak dingin, karena kota ini mempunyai cuaca yang panas dan mataharinya sangat terik.
Datang ya ke Pekanbaru, "Kotamu, Kotaku, Kota kita Bertuah". Kalau bisa anda datangnya jangan hanya pada saat PON RIAU XVIII 2012 tapi datanglah kapan saja. Biar anda tahu juga apa itu sebenarnya Pekanbaru dan bagaimana keadaanya :D.

4 comments:

  1. sayang, penduduk asli kota ini terutama anak muda yang akan menjajal perkuliahan di luar kota (kebanyakan di jawa) banyak yg menghina pekanbaru. padahal ia lahir di pekanbaru, besar di pekanbaru..

    BalasHapus
  2. wakwkawkakwa, aku mau ke Jawa juga -___- semoga tidak lupa dengan kota yang 1 ini ahahaha

    BalasHapus
  3. makasih ya, semoga bisa terus ahahaha

    BalasHapus

Next Prev
▲Top▲